Naskah Drama : 2 Pangeran dengan Ke 5 Putri Raja

Dahulu kala disebuah Kerajaan Nose hiduplah seorang raja yang bernama Raja Zeus yang memiliki 5 Putri. Putri yang pertama bernama Kesya yang memiliki sikap ramah dan baik hati, yang kedua bernama Karina memiliki sikap pemalu dan pendiam, yang ketiga bernama Kharin memiliki sikap angkuh dan cerewet, yang keempat bernama Kheril memiliki sikap pemarah dan sombong, dan yang kelima bernama Kirani memiliki sikap manja dan periang.

Pada suatu hari disaat Putri Karina sedang membaca buku ditaman, dia merasa terganggu dengan suara keras dari dalam Istana.

Kheril   : “Kak Karinaaaaaaaaaaaa, kamu dimana sih ?”

(Putri Karina pun bergegas menghampir Putri Kheril yang memanggilnya).

Karina  : “Iya Kheril, ada apa ? kenapa berteriak memanggilku ?”

Kharin  : “Kamu dari mana aja sih, dipanggil dari tadi gak muncul muncul”

Karina  : “Maaf Kheril , aku tadi sedang baca buku ditaman”.

Kheril   : “Dasar kutu buku, aku memanggilmu karena aku dan Kharin lapar. Cepat siapkan makanan untuk kami !”

Karina  : “tapi Kheril,”

Kharin  : “alah gak ada tapi tapian, cepat sana kerjakan” (sambil mendorong Putri Karina).

 

(Saat didapur Putri Kirani menghampiri Putri Karina yang sedang memasak.)

Kirani   : “Lagi apa kak ?”

Karina  : “Kakak lagi memasak, Kirani”

Kirani   : “Asiiik, Kirani mau dong kak”

Karina  : “Hush, jangan Kirani. Ini buat Kak Kheril sama Kak Kharin.

Kirani   : “Ohh, yaudah deh. Gak apa apa”

Karina  : “Naah, sekarang sudah selesai, Kirani bisa tolong anterin makanan ini gak ke kamarnya Kak Kheril sama Kak Kharin, soalnya kakak mau mandi nih.”

Kirani   : “Okeh okeh”.

Saat Putri Kirani ingin mengantarkan nasi goreng ke kamar Putri Kheril dan Putri  Kharin dia bertemu dengan Putri Kesya.

 Kesya   : “Waaah, makanan buat siapa ini ?”

Kirani   : “Buat kaaaaaaaaaak … …”

Kesya   : “Yeee, asiik buat kakak ya. Hmm, makasi.”

Kirani   : “ eh, jaaaangan kak. (tetapi sebelum Putri Kirani berteriak seperti itu Putri Kesya langsung pergi dan membawa makanannya).

Putri Kirani pun hanya membawa 1 piring makanan, kemudian setelah sampai di kamar kakaknya, Kirani mengetuk pintu.

 

(Tok Tok Tok)

Kheril   : “Masuuuk”.

Kirani   : “ini kak makanannya, tadi kak Karina menyuruhku untuk mengantarkan ini, karena dia mau mandi.”

Kharin  : “Loooh, kok cuma satu piring sih, yang satunya mana ?”

Kirani   : “diambil sama Kak Kesya, kak !”

Kharin  : “kamukan tahu ini buat kami berdua, kenapa kamu kasih ke kak Kesya ?”

Kirani   : “emmmm,, soalnya tadi ………”

Kheril   : “alah, sudah jangan banyak alasan. Tidak tahu bagaimanapun caranya buatkan satu lagi makanan untuk kami.”

(Setelah dibentak oleh Putri  Kharin, Putri Kirani pun pergi sambil menangis tersedu sedu).

Disaat Putri Kirani berlari sambil menangis tersedu sedu, Putri Kesya melihat Putri Kirani dan menghampirinya.

 Kesya   : “eh eh eh, Kirani kenapa nangis ?”

Kirani   : “Kak Kheril sama Kak Kharin memarahi aku, karena makanan yang kakak ambil tadi”.

Kesya   : “Ohh, makanan itu buat kak Kheril sama kak Kharin ya !”

Kirani   : “Iya kak, iya !”.

Kesya   : “Maafin kakak ya Kirani, kakak gak tahu. Kirain buat kakak. Maaf ya, gara gara kakak kamu dimarahin”.

 Setelah Putri Kesya mendengar penjelasan dari Putri Kirani, Kesya pun menghampiri Putri Kheril dan Putri Kharin di kamarnya sambil membawa Putri Kirani yang sedang menangis.

 Kesya   : “Kheril, Kharin kenapa kalian mesti marah sama Kirani cuma gara gara makanan !”

Kheril   : “soalnya kami lapar kak, kakak sih kenapa harus ambil makanannya coba.”

Kesya   : “iya, emang itu salah kakak. Kakak minta maaf, dan sekarang kakak minta kalian untuk minta maaf sama Kirani.”

Kharin  : “Hah’, minta maaf ! Kita mau minta maaf kalau kita udah kenyang. Sekarang kita mau makan.”

 Disaat mereka sedang berdebat, datanglah Raja Zeus ayah mereka .

 Raja Zeus : “ada apa ini, kenapa ribut sekali ?”

Kesya       : “tidak ada apa – apa ayah, Kenapa ayah kemari ?”

Raja Zeus : “ayah ingin berbicara hal yang penting kepada kalian semua, anak – anak ku. Ayah tunggu di ruang keluarga .”

Kirani       : “ayah kenapa kak ?”

Kesya       : “kakak juga tidak tahu, lebih baik kita sekarang ke ruang keluarga. Ayo, ayo “

Kheril       : “aku tidak bertanggung jawab, ini semua ide kamu.” (berbisik dengan kharin sambil berjalan).

Kharin      : “Loh, kenapa aku ?” (Kheril berlari meninggalkan Kharin).

 Setelah sampai, ke 5 anaknya di ruang keluarga. Raja Zeus langsung berbicara.

 Raja Zeus : “putri – putri ku, sudah lama ayah ingin membicarakan hal ini.”

Kheril       : “ada apa ayah ?”

Kharin      : “iya, ada apa? Sepertinya penting sekali.”

Raja Zeus : “besok, kita kedatangan tamu penting dari kerajaan Ice.”

Kheril       : “haaah, Kerajaan Ice. Berarti ada Julian pangeranku” (berteriak histeris)

Kharin      : “dan ada Pangeran Marchelo, Hmm asiiikk.” (berteriak histeris)

Kesya       : “Hushh !”

Raja Zeus : “ayah harap, kalian semua bersikap baik di depan tamu kita yang penting ini, terutama kalian, Kheril, Kharin.

Jaga sikap kalian nanti, ayah tahu kalian menyukai pangeran Julian dan Marchelo, tapi jangan kalian tunjukkan  seperti berteriak histeris seperti tadi .”

Kheril dan Kharin : “iya ayah .”

Raja Zeus : “tujuan mereka ke Istana kita mereka ingin mencari permaisuri, dan kerajaan kita yang dipilih. Jadi, diantara

kalian akan ada yang menikah, kecuali Kirani.”

Kesya, Kheril, Kharin, dan Kharina : “apa? Menikah ?”

Kirani       : “hahahahaha, kakak akan menikah.”

Kharin      : “semoga pangeran Marchelo memilihku” (sambil tersenyum)

Kheril       : “dan semoga saja pangeran Julian memilihku.”

Raja Zeus : “besok pagi – pagi sekali kalian harus sudah siap, karena kemungkinan mereka akan datang pagi. “

Kirani       : “Kirani juga ya, yah ?”

Raja Zeus : “ tentu saja”

 Dikerajaan Ice ..

 Julian       : “aku penasaran dan gugup, saudaraku Marchelo. Setidaknya, besok siapa yang akan ku pilih menjadi permaisuriku.”

Marchelo : “tenang saja, aku yakin putri – putri di kerajaan Nose pasti cantik – cantik dan menarik”

Julian       : “bukan itu maksudku, aku hanya ragu, entah kenapa .”

Marchelo : “sudahlah, hilangkan rasa ragumu itu, kita lihat saja nanti.”

 Keesokan harinya ..

 Kesya      : “banguunn, semuanya banguunn !!”

Kharin     : “apaan sih kak ? ini masih jam (melihat ke arah jam) jam 4 pagi kak !”

Kheril      : “yang benar saja ,ini masih jam tidur “

Kesya      : “kalian lupa yang ayah katakan kemarin ? bangun pagi – pagi sekali, dan kita harus bersiap siap. Ayo Bangun.”

Karina     : “iya kak, aku bangun.“

Kharin     : “Huuuh, aku masih mengantuk. (Hoaaaaammmm)”

Kesya      : “ Sudah, sudah. Kita harus cepat.”

Kheril      : “ Iya, iya !”

 Selagi mereka sibuk bersiap siap, datang ayah mereka Raja Zeus.

 Raja Zeus : “apakah kalian sudah siap putri-putri ku?”

Kesya       : “sebentar lagi ayah” (sementara itu Putri Kheril, Karina,dan Kharin sibuk berdandan)

Kheril       : “ Khariiiiin, dimana sepatuku ?””

Kharin      : “akupun sedang mencari sepatuku yang satunya. Tanya sama Kirani, biasanya dia yang sering

menyembunyikan sepatu kita !”

Kheril      : “  kiraniiii, sepatu kakak dimana ?”

Kirani      : “ itu di sana, di bawah tempat tidurnya kakak “

Kheril      : “ kamu usil banget ya !”

Kirani      : “ aku kira itu sepatunya kak kesya , maaf ya kak “

Kheril      : “ iya, cukup hari ini saja kakak maafin kamu dengan mudah.”

Kirani      : “ makasi kak udah maafin Kirani.”

 

Akhirnya mereka pun telah selesai berdandan, dan langsung keluar dari kamar mereka.

Kharin     : “ayah, Pangeran Marchelo dan Pangeran Julian yang akan datang itu mana ?”

Kheril      : “Iya, ayah. Dimana mereka ?”

Raja Zeus : “sebentar lagi mereka akan sampai di kerajaan kita.”

 10 Menit Kemudian, datanglah Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo dengan pengawal pengawal mereka.

 Peee peee peet pee peet (Terompet pun berbunyi menandakan 2 Pangeran dari Kerajaan Ice itu telah menunggu di bawah Istana Kerajaan Nose)

 Kheril       : “Ohhh, ayaaah. Mereka sudah datang.!”

Raja Zeus : “ Iya, putri putriku mari kita sambut mereka dengan ramah.”

Ke-5 Putri : Baik ayah !

Raja Zeus dan ke 5 Putrinya pun turun dari ruang atas Istana dan menyambut kedatangan Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo.

 Raja Zeus : “Selamat datang di Istanaku, Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo.” ( sambil membungkukkan tubuhnya kepada  Pangeran dan diikuti dengan ke 5 putrinya dan Pangeran pun membalas dengan membungkukkan tubuh mereka juga).

Julian        : “Kami sangat senang berkunjung ke Istanamu wahai Raja Zeus.”

Marchelo  : “ Inikah ke 5 Putrimu  itu (sambil menunjuk kearah 5 Putri Raja Zeus).

Raja Zeus : “ Iya, mereka inilah Putri Putriku. Ini Kesya anak tertua, Kheril, Kharin, Karina, dan Kirani yang Terakhir.

 Tapi, kalian tidak bisa memilih Kirani karena dia terlalu muda untuk kalian sunting menjadi Permaisuri

  kalian.”

Julian        : “Waaaah, ternyata cantik cantik juga Putri putrimu Raja Zeus.”


Disaat Pangeran Julian memberi pujian kepada 5 Putri Raja Zeus, ternyata saat itu Pangeran Marchelo memandangi Putri Karina tanpa mengedipkan matanya sedikitpun, dia takjub akan kecantikan yang dimiliki Putri Karina. Disatu sisi lain Pangeran Julian menyukai Putri Kesya yang sejak pertama bertemu Putri Kesya memancarkan senyuman yang membuat dia ingin memilih Putri Kesya untuk menjadi Permaisurinya.

 Kheril     : “Betapa tampannya Pangeran Julian !” (Putri Kheril berbisik dengan Kharin)

Kharin    : “Pangeran Marchelo pun, sangatlah tampan. Ohh, aku ingin menjadi permaisurinya !”

 Setelah mereka bercakap cakap cukup lama, akhirnya Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo pun pamit pulang ke Kerajaan mereka. Mereka belum ingin memutuskan untuk langsung melamar Putri impian mereka.

 Marchelo  : “Baiklah, Raja Zeus kami ingin kembali ke Kerajaan kami. Kemungkinan 2 hari lagi kami akan kembali dan

melamar Putrimu yang telah kami pilih.”

Julian       : “Iya, Raja Zeus. Kami akan kembali nanti jika pemikiran kami sudah matang untuk mempersunting putrimu

yang kami pilih.”

Raja Zeus : “Baiklah, akan kami tunggu kedatanganmu dan siap menerima lamaranmu untuk Putriku yang telah kau pilih”.

 Setelah Berpamitan Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo kembali ke Kerajaan mereka. Di perjalanan mereka berbicara tentang Putri putri Raja Zeus.

 Julian       : “ Aku mengaguminya, aku mengaguminya !”

Marchelo : “ Siapa yang kau kagumi Julian ?”

Julian       : “Aku mengagumi putri Karina

(Pangeran Julian lupa akan nama Putri Kesya, dia hanya ingat nama Putri Karina karena nama Putri putri Raja Zeus hampir sama semuanya. Tetapi yang dikaguminya bukanlah Putri Karina melainkan Putri Kesya yang membuat Pangeran Marchelo pun marah akan itu).

Marchelo : “Hah’, Putri Karina. Dia itu milikku. Dari tatapan matanya itu membuatku langsung menyukainya.

Julian       : “Tidak, dia milikku. Dan akanku sunting untuk menjadi permaisuriku nanti.”

Marchelo : “Dia milikku, Julian. Baiklah dengan menentukan siapa yang akan memilikinya. Besok kita akan

bertarung.Bagaimana apakah kau setuju ?”

Julian       : “Baik, akan aku terima tantanganmu Marchelo.”

 Karena kesalahpahaman itupun akhirnya Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo mengadakan pertarungan. Yang beritanya pun langsung diketahui oleh Putri putri Raja Zeus.

 Kirani    : “Kak, Kak. Kata rakyat rakyat kita. Pangeran Marchelo dan Pangeran Julian akan bertarung. Entah karena apa, aku kurang mengetahuinya.”

Kesya, Kheril, Kharin, Karina : “Apaaaa ?”

Kesya    : “Kita harus segera memberi tahu Ayah.”

Karina   : “Iya kak, mari kita beri tahu.”

Kharin   : “Hah, Pangeran Marchelo bertarung dengan Pangeran Julian. Pasti dia akan menang karena dia lebih kuat dibandingkan Pangeran Julian.”

Kheril    : “Heh, Kharin. Tentu saja Pangeran Julian yang akan menang karena dia lebih tua dari Pangeran Marchelo. Dan tentu saja dia lebih kuat.”

Kharin   : “Aku tetap akan membela pangeran Marchelo, terserah padamu.”

 Sementara itu Putri Kesya dan Putri Karina menghampiri Ayah mereka dikamarnya.

Kesya, Karina : “Ayah, Ayah !”

Raja Zeus : “Ada apa Putriku ?”

Kesya       : “ itu Pangeran Marchelo dan Pangeran Julian akan bertarung.”

Raja Zeus : “Apa akan bertarung, kenapa bisa begitu ?”

Karina      : “Kamipun tidak tahu ayah.”

Raja Zeus : “Yasudah, lebih baik besok kita akan pergi kekerajaan mereka dan menghentikan pertarunganya.”

Kesya, Karina : “Baik ayah.”

  Keesokan harinya, Kerajaan Ice telah dipenuhi oleh banyak orang dan mereka mengadakan taruhan untuk pangeran siapa yang akan menang. Disaat pertarungan sedang berlangsung. Datanglah Raja Zeus dan ke 5 Putrinya.

 Raja Zeus : “Hentikan semua ini, hentikan.”

Marchelo  : “Aku tidak akan berhenti sebelum dia menyerahkan Putri Karina untukku.”

(Putri Karina pun terkejut akan hal itu.)

Karina      : “Ada apa denganku, apakah kalian bertarung hanya karnaku.”

(Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo berhenti bertarung setelah mendengarkan ucapan Putri Karina.)

Julian       : “Bukan dia yang aku kagumi, tetapi dia !” (sambil menunjuk kearah Putri Kesya).

Raja Zeus : “Dia Kesya, sedangkan ini Karina”

Marchelo : “Iya, aku benar. aku mengagumimu Putri Karina.”

Julian       : “Ternyata aku salah, aku sangka Putri Karina itu adalah Putri Kesya. Maafkan aku Marchelo karena telah salah paham padamu.”

Marchelo : “Iya, aku juga minta maaf denganmu Julian karena aku telah mengajakmu bertarung.”

(Pangeran Julian dan Pangeran Marchelo pun saling memaafkan.)

 Kharin     : “Pangeran Marchelo kenapa kau tidak memilihku. Bukankah aku tampak lebih cantik dibandingkan dengan Karina.”

Marchelo : “Bukan seperti itu, aku ingin memilihmu tetapi aku lebih mengagumi Putri Karina. Maafkan aku Putri Kharin.

Aku sungguh tidak ingin membuat hatimu sakit.”

(Putri Kharin hanya terdiam dan langsung berlari pergi meninggalkan Pangeran Marchelo.)

Kheril      : “Pangeran Julian, aku kira engkau akan memilihku untuk menjadi Permaisurimu. Ternyata kau lebih memilih

Kesya. Kau begitu kejam terhadapku.”

Julian      : “Putri, salahkah jika aku memilih Putri Kesya untuk menjadi Permaisuriku. Bukankah Ayahmu yang menyuru

kami untuk memilih salah satu dari kalian yang kami kagumi.”

Kheril     : “Iya, memang benar. Tetapi kenapa harus Kak Kesya yang kamu pilih, kenapa bukan aku ?”

Julian      : “Karna Putri Kesya yang pertama kali membuatku mengaguminya dari awal bertemu.”

Kheril     : “Engkau begitu kejam, Pangeran. Kau begitu kejam. Engkau telah menyakiti hatiku.”

(Putri Kheril berlari sambil menangis dan meninggalkan Pangeran Julian.)

 (Julian menghampiri Putri Kesya dan memegang ke 2 tangannya.)

Julian     : “Bersediakah kau menjadi Permaisuriku, Putri Kesya ?”

(Putri Kesya hanya tersenyum malu dan dia pun menganggukkan kepalanya yang menandakan dia bersedia untuk menjadi Permaisuri Pangeran Julian.)

 Sedangkan Pangeran Marchelo mendekati Putri Karina dan berlutut dihadapannya sambil menyerahkan setangkai bunga mawar ke Putri Karina.

Marchelo : “Ohh, Putri Karina. Maukah engkau menikah denganku ?”

Karina     : “Iya Pangeran, aku mau menikah denganmu.”

 Sementara itu Putri Kharin dan Putri Kheril bersedih karena Pangeran yang mereka kagumi ternyata lebih memilih Putri Kesya dan Putri Karina. Raja Zeus pun menghampiri mereka ber 2.

 Raja Zeus        : “Tenanglah wahai ke 2 Putriku, mungkin memang mereka yang ingin Pangeran pilih. Sudahlah jangan

        bersedih. Ayah ingin kalian mengubah sikap kalian. Karena itu yang membuat kalian sulit untuk

        didekati.”

Kheril, Kharin : “Baik ayah, kami akan mengubahnya”

 Keesokan harinya Pernikahan Pangeran Julian dan Putri Kesya serta Pangeran Marchelo dan Putri Karina akan segera dilaksanakan, mereka mengucapkan janji suci dan akhirnya mereka hidup bahagia selamanya.

Directed : @Berdarahh , @Dindarinanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s