Cahayaku dan Suara Itu

​Gelap?

Dingin dan sunyi.

Dimana cahaya? Dimana suara?

Ketika gelap, apa ada orang yang menyukainya?

Ketika gelap pula, apa ada orang yang dapat melihat apa yang ingin dilihatnya?

Kurasa tidak.

Gelap menurutku sama saja dengan rasa kesal.

Diam, sepi dan sendiri.

Siapa yang ingin mendekati orang yang sedang kesal?

Dan..

Siapa yang menyukai orang yang tengah seperti itu?

Kurasa tidak ada.

Bukan karena angin yang menghembus lesu ketika gelap menerpa pandangan mata.

Bukan juga karena keadaan yang memaksa hati untuk bertingkah tanpa bisa diatur.

Aku bertanya pada gelap dan kekesalanku.

Apa mereka tau apa yang ku mau disaat aku diam tanpa suara?

Apa mereka sadar apa yang tak kusuka disaat aku mengunci perlakuanku untuk tak memberi sekedar kode sederhana?

Kurasa tidak.

Aku hanya membutuhkan cahayaku, aku juga hanya membutuhkan suara itu.


Cahayaku adalah kebahagianku.

Dan suara itu adalah suaramu.

Aku hanya membutuhkan itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s